Klinik Konstruksi DIY Menjawab Kebutuhan Masyarakat Kecamatan Moyudan
Sebagai salah satu upaya dalam proses panjang terkait pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Dinas PUP-ESDM) DIY melalui layanan Klinik Konstruksi, menjawab kebutuhan akan adanya pusat rujukan teknis yang diharapkan mampu memberikan kemudahan akses untuk mendapatkan informasi dan konsultasi serta advokasi teknis pada sektor ke-cipta karya-an.
Sebagai pengenalan awal layanan Klinik Konstruksi kepada masyarakat, bekerjasama dengan konsultan ahli pada bidang ahli sipil dan lingkungan (struktur bangunan gedung, sanitasi, dan penyediaan air bersih), ahli elektrikal, dan ahli arsitektur; sie IPB mengadakan sosialisasi pada Rabu, 26 Juli 2017 di Kantor Kecamatan Moyudan.
Acara sosialisasi ini disambut oleh Kasi Ekobang Kecamatan Moyudan, Bapak Mohammad Kaidar, dan dihadiri oleh puluhan perwakilan dari masing-masing padukuhan yang ada di empat desa di Kecamatan Moyudan. Sebelum sesi diskusi, Kepala Seksi IPB, Ibu Kusumastuti Sri Winahyu, ST., dan konsultan ahli yang menjadi narasumber acara, terlebih dahulu memberikan pengenalan singkat mengenai layanan Klinik Konstruksi dan skema pembangunan desa/dusun/kampung/lingkungan permukiman.
Rumah tinggal, sebagai aspek mendasar yang penting dalam interaksi dan rutinitas keseharian manusia, secara tidak langsung berperan serta dalam proses pembentukan karakter para penghuninya. Terwujudnya bangunan rumah tinggal layak huni yang aman terhadap bencana tentunya perlu diketahui oleh masyarakat yang awam akan kontruksi.
Dari hasil diskusi dengan masyarakat, dapat diambil garis besar permasalahan yang paling banyak terjadi di kecamatan Moyudan yaitu terkait jalan dan lingkungan, sumber daya manusia, sanitasi, persampahan serta masalah perhitungan RAB. Selain itu, pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang masih rendah akan pentingnya perencanaan pembangunan desa menjadi masalah yang cukup serius di Kecamatan Moyudan.
Hal yang paling penting yang harus menjadi perhatian adalah persepsi dan kesadaran masyarakat. Diperlukan kesabaran dan juga ketelatenan untuk mengubah persepsi masyarakat dan memberikan pengertian kepada masyarakat terkait pentingnya perencanaan pembangunan untuk mewujudkan lingkungan sehat layak huni yang aman bencana.
Untuk selanjutnya, sie IPB, konsultan ahli dan perwakilan dusun yang memenuhi undangan, sepakat untuk mengadakan konsultasi tatap muka lanjutan dengan waktu dan tempat yang akan didiskusikan kemudian serta dengan fokus masalah yang lebih spesifik. Semoga dengan adanya layanan Klinik Konstruksi ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan adanya pusat rujukan teknis untuk mendapatkan informasi dan konsultasi serta advokasi teknis pada sektor ke-cipta karya-an.