Ciptakan Lingkungan Yang Sehat, Nyaman Dan Aman Harus Dimulai Dari Diri Sendiri
Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tekait pentingnya lingkungan yang sehat, nyaman dan aman masih menjadi permasalahan utama beberapa wilayah di DIY. Hal ini menjadi temuan Tim Klinik Konstruksi ketika road show di sejumlah desa/ kelurahan/ kecamatan di wilayah DIY.
“Saat gempa bumi tahun 2006, sebagian besar wilayah di DIY rusak. Banyak bangunan runtuh, padahal bisa dikatakan guncangannya tidak begitu besar. Bagaimana jika terjadi gempa yang lebih kuat?,”Kusumastuti Sri Winahyu, ST., selaku KaSie Pengembangan Jasa Konstruksi Balai PIPBPJK, memulai dialog dalam layanan Klinik Konstruksi yang berlangsung di Balai Desa Poncosari, Kec. Srandakan, Kab. Bantul pada Senin (11/12). “Memang tidak ada bangunan yang bisa 100% aman, tapi dengan pembangunan infrastruktur yang baik, setidaknya kita bisa meminimalisir dampak yang mungkin terjadi,” lanjutnya.
Layanan Klinik Konstruksi merupakan salah satu layanan dari Balai Pengujian, Informasi Permukiman dan Bangunan Dan Pengembangan Jasa Konstruksi (Balai PIPBPJK) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (Dinas PUP-ESDM) DIY. Dalam road show Klinik Konstruksi di Balai Desa Poncosari, Kec. Srandakan, Kab. Bantul, hadir audiens sebanyak 20 orang yang merupakan perwakilan kelompok masyarakat penggiat/ pengelola infrastruktur air bersih dari Kec. Sanden, Kec. Pandak, dan Kec. Srandakan.
Tidak jauh berbeda dengan road show sebelumnya, dialog dalam Klinik Konstruksi juga menyinggung aplikasi “Kang Jogja”. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, aplikasi ini merupakan aplikasi yang disusun dan dikelola oleh Balai PIPBPJK yang secara resmi diluncurkan pada tanggal 18 Oktober 2017 yang lalu. Para pekerja konstruksi dapat bergabung dalam “Kang Jogja” secara gratis dengan syarat yang sederhana, yaitu : ber-KTP dengan domisili DIY, memiliki Sertifikat Keterampilan (SKT) yang masih berlaku, nomor kontak yang dapat dihubungi, dan pas foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 2 buah. “Kang Jogja”, selain memuat data tenaga kerja konstruksi bersertifikat, juga memuat informasi toko/ distributor/ produsen bahan bangunan di DIY dan tautan terkait informasi harga satuan bahan bangunan terkini yang ada di DIY seperti pada website PIP2B DIY.
Selain masalah pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang masih rendah tekait pentingnya lingkungan yang sehat, nyaman dan aman, muncul beberapa permasalahan lain dalam dialog Tim Klinik Konstruksi dengan masyarakat. Diantaranya yaitu terkait sertifikasi tukang/pekerja konstruksi, drainase, sanitasi, IMB bangunan berbahan kayu, harga bahan bangunan, dan peraturan terkait pemberian nama jalan.
“Bagi mereka yang ingin mendapatkan sertifikat, bisa mendaftarkan diri langsung ke LPJK, atau bisa secara swadaya melalui pemerintah desa. Syaratnya cukup ringan, yaitu harus bisa baca tulis saja. Sertfikasi ini sangat penting, meskipun manfaatnya mungkin baru akan dirasakan 2-3 tahun yang akan datang. Apalagi dengan adanya amanat UU No. 2/2017 Tentang Jasa Konstruksi, yang menyatakan bahwa mulai tahun 2018 pekerja konstruksi yang digunakan oleh pemerintah maupun swasta harus pekerja konstruksi yang bersertifikat.”tutur Kusumastuti Sri Winahyu, ST., menjawab permasalahan terkait sertifikasi tenaga kerja konstruksi.
Kemudian menanggapi permasalahan terkait drainase yang pembangunannya dianggap malah merugikan masyarakat, Tim Klinik Konstruksi akan berusaha menelusuri proses pembangunan drainase tersebut untuk mengetahui letak kesalahan dan pihak-pihak yang mungkin bisa menyelesaikan masalah tersebut. Terkait permasalahan sanitasi, Narasumber menyarankan untuk sebisa mungkin tidak membangun kandang sapi di lingkungan permukiman. Selain itu, pembangunan kandang juga harus memperhatikan pengelolaan limbahnya, misalnya dengan rekayasa menggunakan dana kas desa menjadi biogas atau pupuk kompos.
Sedangkan terkait IMB bangunan berbahan kayu, masyarakat bisa bernegosiasi dengan pihak perijinan, karena setiap bahan bangunan memiliki kelasnya masing-masing. Dan yang terakhir terkait pemberian nama jalan, hal ini telah diatur dalam SK Gubernur, untuk Dusun, biasanya nama yang diambil adalah nama tokoh-tokoh yang telah berjasa di Dusun tesebut.
“Visi dan Misi desa sangatlah penting untuk menjadi patokan dalam pembangunan desa yang sehat, nyaman, dan aman kedepannya. Tidak perlu sesuatu yang besar, mulai saja dari yang paling kecil: diri sendiri.” ungkap Aziz Y Haryono, ST, M.Si, selaku salah satu narasumber ahli dalam Layanan Klinik Konstruksi.
Seperti biasa, Tim Klinik Konstruksi mengakhiri road show dengan membagikan secara gratis CD yang berisi materi terkait peningkatan ketahanan permukiman, sanitasi lingkungan permukiman dan animasi infrastruktur berteknologi sederhana.
“Layanan Klinik Konstruksi juga menyediakan berbagai muatan materi berkenaan dengan sektor ke-cipta karya-an yang dapat digunakan oleh masyarakat umum yang awam terhadap bidang konstruksi. Masyarakat yang ingin menggunakan berbagai materi ini dapat melihat ketersediaan materi melalui katalog online di opac perpustakaan PIP2B DIY atau datang langsung ke Gedung PIP2B DIY, Jl. Kenari No. 14a Yogyakarta.” tutup Kusumastuti Sri Winahyu, ST.
Road show ini menjadi penutup kegiatan “membumikan” Klinik Konstruksi di Tahun 2017. Road Show Layanan Klinik Konstruksi akan hadir kembali dengan format kegiatan yang lebih menarik tahun depan. Masyarakat yang tertarik dan menginginkan pendampingan lebih lanjut dapat mengajukan diri kepada Tim Layanan Klinik konstruksi.