Komitmen Tinggi Perlu Dimiliki Pemerintah Dan Masyarakat
Yogyakarta, Rabu (02/05), bertempat di Balai Desa Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman, Tim Klinik Konstruksi melakukan asistensi teknis bersama “dokter” dari INTAKINDO DIY.
Kehadiran Tim disambut hangat oleh unsur aparat DesaSariharjo, diantaranya Kepala Desa Sariharjo dan tamu undangan yang terdiri dari masyarakat penggiat infrastruktur lingkungan permukiman di Desa Sariharjo dan Desa Donoharjo.
Hadir sebagai narasumber Klinik Konstruksi yaitu : Endang Rohjiani, SH.(Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan dan Permukiman),Deppy Dwi Prasetio, ST.(Ahli Teknik Bangunan Gedung, Ahli Manajemen Konstruksi, Ahli Teknik Jalan sertaAhli K3 Konstruksi), dan Hendi Hidayat, ST., M.Si. (Ahli Sumber Daya Air dan Ahli Teknik Jalan).
Infrastruktur lingkungan permukiman merupakan aspek mendasar yang sangat penting dalam interaksi dan rutinitas keseharian manusia. Secara tidak langsung, infrastruktur lingkungan permukiman berperan serta dalam pembentukan karakter para penghuninya. Oleh karena itulah, terwujudnya kawasan yang lingkungan permukiman yang aman secara konstruksi, adaptif terhadap bencana, nyaman dan mudah di-akses tentunya perlu diketahui oleh masyarakat, terlebih masyarakat yang awam akan kontruksi.
“Pelaksanaan kegiatan ini dapat pula menjadi peluang bagi pemerintah setempat dalam rangka fasilitasi penyusunan rencana teknis pembangunan/ perbaikan infrastruktur permukiman, ataupun bahkan, pembuatan rencana pembangunan jangka menengah di kawasan tertentu dalam lingkup desa/ kelurahan.” buka Endang Rohjiani.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya tempo hari dalam pendampingan/ sosialisasi perdana Klinik Konstruksi di Kantor Kecamatan Ngaglik, daerah bantaran sungai merupakan daerah yang rawan bencana. Bergesernya permukiman dari daerah yang padat dan strategis ke daerah bantaran sungai menjadi salah satu permasalahan yang banyak dihadapi saat ini.
“Perlu penataan pemukiman lebih lanjut, terutama dibantaran–bantaransungai. Caranya yaitu dengan penerbitan legalitas kepemilikan tanah, penerapan peraturan garis sepadan sungai, dan penerbitan IMB.” terang Deppy.
“Berbeda dengan Kota Yogyakarta yang Pemerintah Kota-nya memiliki komitmen yang tinggi terhadap komunitas sungai yang ada, Pemerintah Kabupaten Sleman belum memiliki komitmen yang tinggi terhadap komunitas yang ada. Meskipun begitu, masyarakat dan komunitas harus tetap terus mendorong pemerintah agar di masa depan dapat terjalin kerjasama yang baik.” tutup Hendi.
Dengan adanya kegiatan pendampingan masyarakat melalui Layanan Klinik Konstruksi ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat di kawasan kumuh yang sebagian besar tinggal di bantaran sungai. Untuk selanjutnya, masyarakat yang masih menginginkan pendampingan lebih lanjut bisa datang langsung ke Gedung Kantor Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B) DIY; d/a : Jl. Kenari 14A, Yogyakarta; aray di Gedung Kantor Balai Pengujian, Informasi Permukiman dan Bangunan Dan Pengembangan Jasa Konstruksi (Balai PIPBPJK) ; d/a : Jl. Ring Road Utara, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Sedangkan untuk layanan konsultasi melalui situs (online) masyarakat dapat mengakses situs resmi Klinik Konstruksi DIY yaitu : www.klinikkonstruksi-diy.com yang didukung dengan situs : www.pip2bdiy.com (kedua situs tersebut saat ini dalam proses migrasi ke www.klinikkonstruksi.jogjaprov.go.id).