
Sleman Membuka Rangkaian Kegiatan Pembinaan Jasa Konstruksi 2019
Sleman Membuka Rangkaian Kegiatan Pembinaan Tenaga Kerja Konstruksi di Desa Purwobinangun, Pakem (5/3). Kegiatan pertama ini berbentuk pemberdayaan masyarakat yang diawali pembekalan/pelatihan tukang batu, dan diakhiri uji kompetensi/sertifikasi pada hari ketiga. Kegiatan menggunakan dana APBD Kab. Sleman, dan telah mejadi agenda rutin tahunan. Sesuai rencana, pada tahun ini akan diselenggarakan kegiatan sejenis sebanyak 15 angkatan. Target yang disasar adalah para pekerja konstruksi yang tersebar di sejumlah wilayah kantong tenaga kerja di sekitar lereng Merapi.
Membuka pelatihan, Kadinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sleman, R. Sapto Winarso menyampaikan pentingnya sertifikat ketrampilan bagi para pekerja. Di sisi lain, ketrampilan para tukang perlu untuk terus ditingkatkan, mengingat besarnya kucuran dana desa yang sebagian besar berupa proyek2 fisik. Sapto menambahkan jika fakta di lapangan menunjukkan sulitnya mendapatkan tenaga kerja yang kompeten, tidak hanya dari sisi ketrampilan namun juga sisi etika/sikap kerja. Para Tukang cenderung kurang berdisiplin khususnya tentang jam kerja. Kurangnya sikap kerja ini ditengarai menjadi penyebab par kontraktor lebih suka mencari tukang dari daerah di luar Sleman, Misalnya Klaten dan Temanggung.
Erlangga Winoto (LPJK DIY) dalam sambutannya turut menyoroti fenomena sikap kerja para tukang ini. Tokoh arsitek ini menekankan bahwa sikap kerja adalah hal pokok yang melekat pada karakter seorang pekerja. Para pemilik pekerjaan pasti akan memperhatikan sikap kerja dari pekerjanya, yang akan menentukan tingkat kepercayaan dalam pengerjaan proyek lain di kemudian hari.

Pelatihan ini menggunakan fasilitas Mobile Training Unit. Pada sesi praktik kerja lapangan, pihak Desa memanfaatkan bahan bangunan yang tersedia untuk membangun talud saluran drainase di sekitar jalan Desa. Hal ini sekaligus dimanfaatkan para penguji untuk melakukan asesmen terhadap kompetensi para peserta. Hasilnya, para peserta yang memang sehari-hari bekerja di sektor konstruksi tersebut semua dinyatakan lulus/kompeten.