Uji Kekuatan Struktur gedung LT.1 untuk dilanjutkan pembangunan LT.2 sesuai rencana sebelumnya

Yth, Klinik Kontruksi DIY
Perkenalkan saya Miftah Hudin TL Arsitek dari PT.Skala Abadi Jaya
kebetulan kami sedang mengerjakan di RS Bhayangakar DIY, ada gedung 1 lantai yang sudah terbangun dulu dipersiapkan untuk 2 lantai, lt 2 nya sudah full dak, namun RS minta kami untuk cek kekuatan str lt 1 kusunya uji beton dll, apakah benar-benar kuat atau tidak

rencana besok lt 2 nya ini adalah ruang hemodialisa/cuci darah pak/bu

Untuk layanan seperti ini prosedurnya bagaiaman ya pak/bu

Terimakasih atas perhatiannya
Salam Hormat
PT.Skala Abadi Jaya
Jawaban : Yth. Bapak Miftah Hudin, TL Arsitek PT. Skala Abadi Jaya,Terima kasih telah menghubungi Klinik Konstruksi DIY. Kami mengapresiasi kepercayaan Bapak dan tim PT. Skala Abadi Jaya yang saat ini sedang menangani proyek di RS Bhayangkara DIY.Mengenai rencana penambahan fungsi lantai 2 untuk ruang hemodialisa (cuci darah), langkah yang diminta oleh pihak Rumah Sakit sudah sangat tepat. Ruang hemodialisa memiliki spesifikasi beban hidup dan beban mati yang cukup berat (mencakup instalasi mesin, sistem Water Treatment, dan tempat tidur pasien), sehingga Audit Struktur (Uji Keandalan Bangunan) pada lantai 1 mutlak diperlukan sebelum proses konstruksi dilanjutkan. Berikut adalah prosedur standar untuk layanan Uji Kelayakan dan Kekuatan Struktur yang perlu dilakukan:1. Penyampaian Data Awal (Administrasi) membutuhkan beberapa dokumen awal  untuk dipelajari oleh Tim yang akan mengerjakan, antara lain: As-Built Drawing (gambar purna bangun) struktur gedung lantai 1 yang ada saat ini. Gambar Rencana/Denah Arsitektur untuk lantai 2 (ruang hemodialisa). Data Penyelidikan Tanah (Soil Test) lama jika masih ada.2. Survei Pendahuluan (Preliminary Survey) Tim ahli harus melakukan kunjungan awal ke lokasi di RS Bhayangkara DIY untuk melakukan inspeksi visual terhadap kondisi fisik bangunan eksisting, mencocokkan gambar dengan kondisi lapangan, dan memetakan titik-titik pengujian.3. Penyusunan Proposal dan Penawaran (RAB) Berdasarkan survei awal, nanti menerbitkan Proposal Teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang memuat rincian metode pengujian yang akan dilakukan beserta estimasi biayanya.4. Pelaksanaan Pengujian Lapangan Setelah proposal disetujui, tim akan melakukan pengujian struktur di lokasi. Pengujian ini umumnya meliputi kombinasi dari Non-Destructive Test (NDT) dan Destructive Test (DT), seperti:Rebar Scan / Profometer: Untuk mengetahui jumlah, dimensi, dan jarak tulangan besi beton yang terpasang pada kolom, balok, dan pelat lantai tanpa merusak beton.Hammer Test: Untuk mengestimasi nilai kuat tekan karakteristik beton pada permukaan elemen struktur.UPV (Ultrasonic Pulse Velocity) Test: Untuk mendeteksi adanya retakan atau rongga di dalam beton.Core Drill: Pengambilan sampel silinder beton langsung dari struktur bangunan untuk diuji kuat tekannya di laboratorium (ini adalah uji beton paling akurat).5. Analisis Struktur dan Laporan Rekomendasi Data dari lapangan dan hasil uji laboratorium akan dimasukkan ke dalam pemodelan software analisis struktur (seperti SAP2000 atau ETABS). Menyimulasikan beban lantai 2 (ruang hemodialisa) terhadap kapasitas struktur eksisting lantai 1.Hasil akhir yang akan diterima adalah Buku Laporan Audit Struktur yang berisi kesimpulan apakah struktur tersebut AMAN untuk dilanjutkan, atau MEMERLUKAN PERKUATAN (Retrofitting) pada titik-titik tertentu sebelum lantai 2 difungsikan.Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika ada hal yang ingin didiskusikan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami.