Data NSPM Kriteria Sumber Daya Air

No Judul Uraian No_seri Tahun Kriteria Kategori
1 Metode pengambilan contoh kualitas air Metode pengambilan contoh ini meliputi persyaratan dan tata cara pengambilan contoh kualitas air untuk keperluan perneriksaan kualitas air yang mencakup pemeriksaan sifat fisik, kimia, mikrobiologi, biologi dan lain-lain. SNI 06-2412-1991. 1991 Sungai Standar
2 Perencanaan teknis tanggul pada sungai lahar Pedoman ini membahas persyaratan-persyaratan, ketentuan-ketentuan dan cara perencanaan teknis tanggul pada sungai lahar dengan kondisi dasar sungai sudah stabil dan secara umum terbuat dari tanah non kohesif. Pd T-16-2004-A 2004 Sungai Standar
3 Pengukuran dan pemetaan teristris sungai Pedoman ini disusun berdasarkan dukungan teori dan praktek lapangan, yang sangat berguna bagi para praktisi pengukuran dan pemetaan teristris sungai serta berbagai pihak yang berkaitan dengan penanganan sungai. Pd T-10-2004 2004 Sungai Standar
4 Perencanaan teknis bendung pengendali dasar sungai pengendali dasar sungai, terutama pada sungai lahar. Pedoman ini menguraikan beberapa ketentuan yang mencakup. a) data dan Informasi yang diperlukan; b) persyaratan mengenai fungsi, keamanan hidraulik dan struktur Pd T-12-2004-A.pdf 2004 Sungai Standar
5 Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik dengan tabung pitot Standar ini menetapkan tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik dengan tabung pitot untuk pengukuran kecepatan aliran air dan mendapatkan data kecepatan aliran pada model fisik. SNI 3409-2008. 2008 Sungai Standar
6 Pemeliharaan bangunan persungaian Pedoman ini terdiri dari pokok bahasan yang mencakup aspek pemeliharaan yang meliputi kegiatan pengamatan, perencanaan, program pelaksanaan, dan evaluasi yang didasarkan pada semua tinjauan, baik fisik maupun non-fisik bangunan pengendali sungai (k Pd T-11-2004-A 2004 Sungai Standar
7 Peramalan Debit Aliran Sungai Pedoman ini membahas hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan prosedur dan melaksanakan peramalan debit aliran sungai, selain dari debit banjir. Pd T-06-2004-A 2004 Sungai Standar
8 Tata cara penentuan posisi titik perum menggunakan alat sipat ruang Standar ini menetapkan tata cara penentuan posisi titik perum dengan menggunakan minimal dua buah alat sipat ruang dalam pengukuran posisi titik perum di perairan pantai, sungai, danau, muara dan saluran navigasi. SNI 3417-2008. 2008 Sungai Standar
9 Tata cara pengukuran tinggi muka air pada model fisik Standar ini menetapkan tata cara pengukuran tinggi muka air menggunakan alat duga tinggi air pada waktu percobaan aliran di laboratorium pada model fisik. SNI 3411-2008. 2008 Sungai Standar
10 Tata cara pengambilan contoh muatan sedimen melayang di sungai dengan cara integrasi kedalaman berdasarkan pembagian debit

Standar ini menetapkan tata cara pengambilan contoh muatan sedimen melayang di sungai dengan cara integrasi kedalaman berdasarkan pembagian debit untuk memperoleh contoh air yang mengandung muatan sedimen melayang di sungai/saluran.

SNI 3414-2019 2019 Sungai Standar
11 Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDL Standar ini untuk menentukan bentuk dan dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDL dan kelengkapannya yang merupakan bagian dari bangunan air. SNI 03-7043-2004. 2004 Sungai Standar
12 Perbaikan Muara Sungai dengan Jeti Pedoman umum ini bertujuan untuk membantu para perencana, pelaksana, dan pengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan perbaikan muara sungai, agar dampak negatif dari pekerjaan tersebut dapat dikurangi. Pd T-07-2004-A. 2004 Sungai Standar
13 Tata cara pembuatan model fisik sungai dengan dasar tetap Standar ini menetapkan tata cara pembuatan model fisik sungai dengan dasar tetap untuk menirukan bentuk sungai berdasarkan data dan skala yang ditentukan guna menunjang perencanaan bangunan sungai misalnya sungai sebagai lalu lintas air. SNI 3965-2008. 2008 Sungai Standar
14 Pengamanan bangunan sabo dari gerusan lokal Pedoman ini membahas persyaratan, ketentuan dan prosedur perencanaan teknis pengamanan bangunan sabo terhadap kerusakan yang terjadi akibat dari proses interaksi degradasi dan gerusan lokal. Pd T-17-2004-A. 2004 Sungai Standar
15 Analisis daya dukung tanah fondasi dangkal bangunan air Pedoman ini menetapkan analisis daya dukung tanah fondasi dangkal bangunan air untuk keperluan desain bangunan dan fondasi bangunan air. Dalam pedoman ini diuraikan prinsipprinsip analisis daya dukung Pd T-02-2005-A 2005 Sungai Standar
16 Perencanaan hidraulik bendung dan pelimpah bendungan tipe gergaji Bendung dan pelimpah bendungan tipe gergaji sangat sesuai untuk diterapkan pada kasus yang memerlukan kapasitas pelimpah yang besar pada bentang yang relatif sempit/ terbatas, guna mengendalikan tinggi muka air udik saat banjir akibat bendung, sert Pd. T-01-2004-A. 2004 Sungai Standar
17 Monitoring dan evaluasi hasil penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam pengisian waduk Pedoman monitoring dan evaluasi hasil penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam pengisian waduk Pd T-20-2004-A 2004 Sungai Standar
18 Metode Perhitungan Tiang Pancang Beton pada Krib di Sungai Metode ini membahas tentang data, persyaratan, ketentuan-ketentuan dan cara perhitungan; desain struktural dan hidraulik khusus tiang pancang beton baris tunggal pada krib di sungai. SNI 03-2829-1992 1992 Sungai Standar
19 Tata cara pengukuran pola aliran pada model fisik Standar ini menetapkan tata cara pengukuran pola aliran pada model fisik dengan dasar tetap yang menggunakan zat pewarna dan benda apung. SNI 3410-2008. 2008 Sungai Standar
20 Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran Terbuka dengan Analisa Grafis. Metode ini membahas tentang persyaratan, ketentuan-ketentuan, cara pembuatan lengkung debit dan laporan; perpanjangan lengkung debit pada metode ini menggunakan cara aritmatik. SNI 03-2822-1992 1992 Sungai Standar
21 Pengoperasian waduk kaskade berpola listrik - listrik - multiguna Pedoman ini membahas tentang waduk kaskade dengan pola listrik-listrik-multiguna. Artinya, waduk yang terletak di hulu dan di tengah berfungsi hanya sebagai pembangkit listrik, sedangkan waduk yang terletak di bagian hilir mempunyai fungsi multigun Pd T-21-2004-A 2004 Sungai Standar
22 Perencanaan bendung karet isi udara Pedoman perencanaan bendung karet isi udara ini mencakup kriteria perencanaan, perencanaan tata letak, perencanaan hidraulik, perencanaan stabilitas, dan perencanaan instalasi yang dikaitkan dengan kemudahan dalam operasi dan pemeliharaan. Pd T-09-2004-A. 2004 Sungai Standar
23 Perencanaan Jeti Tipe Rubble Mound untuk Penanggulangan Penutupan Muara Sungai oleh Sedimen Pedoman ini menetapkan tata cara perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungai oleh sedimen untuk membantu para perencana,pelaksana, dan pengambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan perbaikan muara sungai. Pd T-06-2005-A.pdf 2005 Sungai Standar
24 Pembuatan peta bahaya akibat aliran debris Pedoman ini menguraikan persyaratan, ketentuan-ketentuan, dan pengerjaan pembuatan peta bahaya akibat longsoran tebing sungai dan limpasan aliran debris serta berlaku untuk pembuatan peta bahaya akibat aliran debris untuk daerah vulkanik dan nonvul Pd T-18-2004-A 2004 Sungai Standar
25 Metode analisis stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan Standar ini membahas tentang analisis stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan, dengan mempertimbangkan kondisi pembebanan, sifat teknik material, tekanan air pori dan faktor keamanan minimum untuk desain RSNI M-03-2002 2002 Sungai Standar
26 Perencanaan Jeti Tipe Rubble Mound untuk Penanggulangan Penutupan Muara Sungai oleh Sedimen Pedoman ini adalah hasil penelitian (Litbang) dan merupakan panduan yang bersifat umum yang berkaitan dengan pekerjaan perbaikan muara sungai yang meliputi kriteria pemilihan proyek, tahapan penanganan, analisis, dan desain hidraulik. Pd T-04-2005-A 2005 Sungai Standar
27 Pembuatan bendung beronjong dengan sekat semikedap air pada irigasi desa Pedoman teknik ini merupakan acuan dalam pembuatan bendung beronjong dengan sekat semikedap air pada irigasi desa Pd. T-04-2004-A. 2004 Irigasi Standar
28 Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning Metode perhitungan ini meliputi persyaratan; cara pendekatan dalam perhitungan dengan anggapan aliran tetap tidak seragam, aliran berubah lambat laun, aliran sub kritik. SNI 03-2830-1992 1992 Sungai Standar
29 Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Pelampung Permukaan Metode ini membahas tentang persyaratan, ketentuan-ketentuan, cara pengukuran dan laporan dan hanya berlaku untuk pengukuran debit sungai dan saluran terbuka dengan pelampung permukaan. SNI 03-2820-1992 1992 Sungai Standar
30 Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling Metode ini membahas tentang persyaratan, ketentuan-ketentuan, cara pengukuran dan laporan. SNI 03-2819-1992 1992 Sungai Standar
31 Pedoman Penyelidikan Geoteknik untuk Fondasi Bangunan Air Volume III : Interpretasi hasil uji dan penyusunan laporan penyelidikan geoteknik 1 Pedoman ini menetapkan interpretasi hasil uji dan penyusunan laporan penyelidikan geoteknik untuk keperluan penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air. Pd T-05-2005-A.pdf 2005 Irigasi Standar
32 Tata Cara Perencanaan Teknik Pelindung Tebing Sungai dari Pasangan Batu Tata cara perencanaan teknik ini membahas tentang persyaratan, ketentuan dan cara pengerjaan dan berlaku untuk tebing sungai yang sudah stabil secara geoteknik. SNI 03-3441-1994 1994 Sungai Standar
33 Metode Perhitungan Evapotranspirasi Potensial dengan Panci Penguapan Kelas. A Metode Perhitungan ini meliputi persyaratan, ketentuan,cara perhitungan evapotranspirasi potensial menggunakan panci penguapan kelas A. SNI 03-2821-1992 1992 Sungai Standar
34 Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka dengan Ambang Tajam Segi Tiga Metode ini meliputi bentuk dan ukuran, konstraksi ambang, Rumus-rumus debit dab batasan pemakaian dan persyaratan, tabung pengukur dan penghubung serta kelengkapan pendukung. SNI 03-6455.4-2000. 2000 Irigasi Standar
35 Pengoperasian waduk tunggal Pedoman ini dimaksudkan untuk memudahkan perencana/pelaksana pengoperasian dalam menyusun pola operasi dan pengoperasian waduk tunggal. Pd T-25-2004-A. 2004 Sungai Standar
36 Tata cara penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penman-Monteith Standar ini membahas langkah penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith, menjelaskan persyaratan data iklim, dan topografi yang diperlukan. RSNI T-01-2004. 2004 Sungai Standar
37 Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda Dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning Tata cara perhitungan ini membahas tentang persyaratan, ketentuan-ketentuan dan cara perhitungan, pendekatan dalam perhitungan yang berlaku pada sungai dengan keadaan; aliran tetap tidak seragam, aliran berubah lambat laun, aliran sub-kritik. SNI 03-3444-1994 1994 Sungai Standar
38 METODE PERHITUNGAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI DENGAN CARA PIAS BERDASARKAN RUMUS MANNING Metode perhitungan ini meliputi tentang persyaratan,cara pendekatan dalam perhitungan dg anggapan aliran tetap tidak seragam,aliran berubah lambat laun,aliran sub kritik. SNI 03-2830-1992 1992 Sungai Standar
39 Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka dengan Bangun Ukur Empat Persegi Metode ini meliputi persyaratan umum, pemilihan lokasi, pengukuran tinggi tekan, hal-hal yang berkaitan dengan debit dan penyimpangan dalam pengukuran aliran. SNI 03-6455.3-2000. 2000 Irigasi Standar
40 Tata cara desain hidrolik bangunan pengambil pada bangunan tyrol Tata cara desain hidrolik bangunan pengambil pada bangunan tyrol. Jenis bangunan ini digunakan di sungai torensial dengan angkutan sedimen yang berfluktuasi dan membawa batu gelundung Pd T-01-2003 2003 Sungai Standar
41 Pengisian kekosongan data hujan dengan metode korelasi distandardisasi nonlinier bertingkat Pedoman pengisian data hujan dengan metode ini mencakup hubungan korelasi dan regresi antar seri data pengisi dan yang diisi. Penerapan pedoman ini memerlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain jumlah stasiun minimal 3 buah. Pedom Pd T-22-2004-A. 2004 Sungai Standar
42 Undang-undang Pengairan

Berisi pokok peraturan pemanfaatan air untuk kemakmuran rakyat tetapi dalam pemanfaatan diatur oleh negara

UU 11 tahun 1974 1974 Sungai Norma
43 TATA CARA PERENCANAAN UMUM KRIB Dl SUNGAI Tata cara ini untuk melengkapi buku Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulika Bangunan di Sungai (SNI 1742-1989-F), khususnya mengenai pengarah arus (krib) atau pelindung tebing tidak langsung dengan ketentuan-ketentuan yg mencakup kriteria. SNI 03-2400-1991 1991 Sungai Standar
44 Undang-Undang Sumber Daya Air Undang-undang Sumber Daya Air pembaharuan dari Undang-undang sebelumnya Berisi pokok peraturan pemanfaatan air untuk kemakmuran rakyat tetapi dalam pemanfaatan diatur oleh negara UU no 7 th 2004 2004 Sungai Norma
45 spesifikasi instalasi sederhana pengolahan air gambut individual dengan memanfaatkan tanah liat setempat spesifikasi ini membahas tentang bentuk,ukuran bahan,komponen,fungsi,struktur dan gambar dari IPAG Pt S-11-2000-C 2000 Sungai Standar
46 Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS standar ini digunakan untuk menentukan bentuk dan dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDL RSNI T-05-2002 2002 Sungai Standar
47 Spesifikasi Bangunan Ukur Debit Cippolleti Standar ini menetapkan ketentuan tentang bentuk dan ukuran, fungsi, struktur dan persyaratan, kinerja dan debit persatuan lebar dari bangunan ukur debit Cippolleti. SNI 03-6381-2000. 2000 Irigasi Standar
48 Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka dengan Ambang Tajam Persegi Panjang Standar ini menetapkan metode pengukuran debit pada saluran terbuka dengan ambang tajam persegi panjang, yang meliputi bentuk dan ukuran, persyaratan konstraksi ambang, debit dan batasan penerapan, serta penerapan pendukung. SNI 03-6455.5-2000. 2000 Irigasi Standar
49 Perhitungan indeks kekeringan menggunakan teori run Keputusan Pedoman ini membahas tata cara perhitungan indeks kekeringan menggunakan teori Run. Indeks kekeringan yang dihasilkan mencakup durasi kekeringan dan jumlah kekeringan dengan berbagai periode ulang, digunakan untuk mengetahui tingkat keparahan keker Pd. T-02-2004-A. 2004 Sungai Standar
50 Metode perhitungan kapasitas tampungan pada waduk metode ini meliputi hal sebagai berikut : memuat ketentuan,prosedur,laporan dan menentukan kapasitas banjir pada waduk Pt M-03-2000-A 2000 Irigasi Standar
51 tekan kene Pd T-05-5-2005-C Pd T-05-5-2005-C 2005 Sungai Manual
52 METODE PENGUKURAN DEBIT SUNGAI DAN SALURAN TERBUKA Metode ini membahas tentang cara pengukuran, peralatan dan sarana penunjang serta persyaratan teknis dan non teknis dalam pelaksanaan yang telah lazim digunakan di Indonesia. SNI 03- 2414-1991 1991 Sungai Standar
53 Tata cara pencatatan akuifer dengan metode logging geolistrik tahanan jenis short normal (SN) dan long normal (LN) dalam rangka eksplorasi air tanah Standar ini menjelaskan pelaksanaan logging tahanan jenis dalam pekerjaan pengeboran air tanah dengan mengetahui data tahanan jenis batu atau tanah di dalam sumur untuk menentukan jenis batuan, batas lapisan, dan akuifer. RSNI T-05-2004 2004 Sungai Standar
54 Geometri jalan perkotaan Standar geometri digunakan untuk menentukan keseragaman untuk perencanaan geomerti dan manajemen lalu lintas. RSNI T-14-2004 2004 Sungai Standar
55 Pengukuran Aliran Benda Cair pada Saluran Terbuka dengan Bangunan Ukuran Ambang Lebar Horizontal dan Ujung Bulat Tata cara ini mencakup pengukuran aliran langgeng sungai dan saluran terbuka dengan menggunakan ambang lebar horizontal ujung bulat. Kondisi aliran hanya dibatasi untuk aliran langgeng sangat tergantung tinggi elevasi hulu SNI 03-6467.1-2000.pdf 2000 Sungai Standar
56 TATA CARA PENGONTROLAN SEDIMENTASI PADA WADUK Standar ini menetapkan Tata cara pengontrolan sedimen pada waduk yang meliputi pengendalian sedimen pada waduk berhubungan dengan desain bendungan, pengelolaan dan pemeliharaan bendungan. SNI 19-6459-2000. 2000 Sungai Standar
57 Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka dengan Bangun Ukur Parshall Flum dan Saniiri Flum Metode ini meliputi ketentuan-ketentuan, persyaratan umum dari Parshall Flum dan Saniiri, dan penyimpangan pada pengukuran debit untuk menentukan cara pengukuran debit pada saluran terbuka (khususnya saluran irigasi). SNI 03-6455.1-2000. 2000 Irigasi Standar
58 Spesifikasi bahan sambungan pada bendungan beton Bagian 1 : Pemilihan bahan penahan air Standar ini mencakup penjelasan umum tentang sifat-sifat, jenis-jenis sambungan, pemilihan jenis dan bahan, serta spesifikasi bahan penahan air untuk sambungan pada bendungan beton. SNI 03-6416.1-2000. 2000 Sungai Standar
59 Spesifikasi semen-tanah untuk bendungan urugan Spesifikasi ini membahas ketentuan sifat-sifat bahan dan uji laboratorium, konsep desain dan pertimbangan, metode konstruksi dan prosedur pengawasan konstruksi serta evaluasi kinerja. SNI 03-6417-2000. 2000 Sungai Standar
60 Peramalan debit aliran sungai Pedoman ini membahas hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan prosedur dan melaksanakan peramalan debit aliran sungai, selain dari debit banjir Pd. T-06-2004-A.pdf 2004 Sungai Standar
61 21 018-T-BNKT-1990 1990 Irigasi Pedoman
62 PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Peraturan ini menempatkan pola pengelolaan sumber daya air dalam kerangka dasar dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air. PP_No.42 tahun 2008 2008 Sungai Pedoman
63 Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka Bangun Ukur Ambang V Rata Standar ini menetapkan metode pengukuran debit pada saluran terbuka dengan bangun ukur ambang V- rata yang meliputi pengukuran debit di sungai atau saluran buatan pada kondisi aliran katup atau berubah perlahan dengan menggunakan ambang V-rata. SNI 03-6455.2-2000. 2000 Irigasi Standar
64 Pembagian Wilayah Sungai Untuk memberikan landasan bagi penetapan pola perlindungan, pengembangan dan penggunaan air dan / atau sumber air dan bagi penetapan kesatuan wilayah tata pengairan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 3, pasal 4 ayat Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahu PermenPU 39 1989 1989 Sungai Pedoman
65 Metode Pengukuran Tinggi Muka Air pada Model Fisik Metode pengukuran tinggi muka air pada model fisik dimaksudkan sebagai acuan dalam mengukur tinggi muka air pada model fisik, dengan tujuan untuk mendapatkan data tinggi muka air pada model fisik. SNI 03-3411-1994. 1994 Sungai Standar
66 Spesifikasi bahan sambungan pada bendungan beton Bagian 2 : Pelaksanaan, pemasangan penahan air untuk sambungan Standar ini mentapkan ketentuan bahan sambungan pada bangunan beton, meliputi penjelasan umum, jenis-jenis sambungan, persiapan dan pemasangan penahan air dari PVC, karet dan logam. SNI 03-6416.2-2000. 2000 Sungai Standar
67 Pengukuran Aliran Benda Cair pada Saluran Terbuka secara tidak langsung dengan Metode Kemiringan Luas Tata cara ini meliputi perhitungan debit pada saluran trebuka atau sungai dengan menggunakan karakteristik penamapgn yang representativ. SNI 03-6467.2-2000 2000 Sungai Standar
68 Peraturan Garis Sempadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai Dan Bekas Sungai sungai sebagai salah satu sumber air mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat, Perlu dijaga kelestariannya dan kelangsungan fungsinya dengan mengamankan daerah sekitarnya. Permen PU 63 tahun 1993 1993 Sungai Pedoman
69 Dewan Sumber Daya Air 1. Dewan sumber daya air adalah wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air yang meliputi Dewan Sumber Daya Air Nasional, dewan sumber daya air provinsi atau dengan nama lain, dan dewan sumber daya air kabupaten/kota atau dengan nama lain. Perpres_No.12-2008 2008 Sungai Pedoman
70 Tata cara penghitungan hujan maksimum dengan metode Hersfield Tata cara penghitungan hujan maksimum mencakup: data yang digunakan, penyaringan data, penghitungan hujan maksimum bolehjadi dengan Metode Hersfield yang hanya berlaku untuk hujan titik dan bukan untuk hujan wilayah, serta evaluasi hasil RSNI T-02-2004.pdf 2004 Sungai Standar
71 Tata cara pengambilan contoh dalam rangka pemantauan kualitas air pada suatu daerah pengaliran sungai Tata cara ini membahas masalah yang berhubungan dengan cara pengambilan yang meliputi pemilihan lokasi, penentuan frekuaensi, cara pengambilan dan perlakuan contoh di lapangan dalam rangka pemantauan kualitas air. SNI 03-7016-2004. 2004 Sungai Standar
72 Metode pengontrolan sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan Bagian 1 : Pengendalian sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan Standar ini membahas metode pengendalian sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bebas dari air dan aman terhadap banjir. SNI 03-6456.1-2000. 2000 Sungai Standar
73 Tata cara pemasangan geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan Standar ini mencakup tata cara pemasangan geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan dan meliputi permasalahan konstruksi geotekstil dan persyaratan kekuatan serta ketahanan geotekstil. SNI 03-6720.1-2002. 2002 Sungai Manual
74 Irigasi Merupakan salah satu peraturan pelaksanaan Undang-undang pengairan yang menyangkut soal Irigasi PP 23 tahun 1982 1982 Irigasi Norma
75 METODE PEMBUATAN MODEL FISIK SUNGAI DENGAN DASAR TETAP Merode pembuatan ini membahas tentang persyaratan,ketentuan-ketentuan dan cara pembuatan model fisik sungai dg dasar tetap SNI 03-3965-1995 1995 Sungai Standar
76 PEMBENTUKAN DEWAN SUMBER DAYA AIR NASIONAL Keputusan Presiden ini dibentuk Dewan Sumber Daya Air Nasional, yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disebut Dewan SDA Nasional.Dewan SDA Nasional berkedudukan di Jakarta. Dewan SDA Nasional merupakan lembaga yang bersifat nonstruktural, ber Keppres No.06 tahun 2009 2009 Sungai Pedoman
77 REKLAMASI DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL Bencana pesisir adalah kejadian karena peristiwa alam atau karena perbuatan orang yang menimbulkan perubahan sifat fisik dan/atau hayati pesisir dan mengakibatkan korban jiwa, harta, dan/atau kerusakan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. PERPRES NO. 122 TAHUN 2012 2012 Pantai dan Laut Norma
78 GARIS SEMPADAN DAN SUNGAI, DAERAH MANFAAT SUNGAI, DAERAH PENGUASAAN SUNGAI DAN BEKAS SUNGAI Mengatur secara teknis batas-batas pemanfaatan sungai yang digunakan oleh masyararakat PermenPU 63 tahun 1993 1993 Sungai Pedoman
79 Peraturan Pemerintah (PP) tentang Sungai

 

Dalam rangka konservasi sungai, pengembangan sungai, dan pengendalian daya rusak air sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (3), Pasal 36 ayat (2), dan Pasal 58 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Sungai
 

PP 38 tahun 2011 2011 Sungai Pedoman
80 Perencanaan teknis tanggul pada sungai lahar Pedoman ini membahas persyaratan-persyaratan, ketentuan-ketentuan dan cara perencanaan teknis tanggul pada sungai lahar dengan kondisi dasar sungai sudah stabil dan secara umum terbuat dari tanah non kohesif. Pd T-16-2004-B 2004 Sungai Pedoman
81 Pengendalian Mutu Bendungan Urugan Tata cara ini memuat pedoman untuk melaksanakan program mutu selama lokasi kontruksi bendungan urugan(tanah dan batuan) terutama untuk material urug. SNI 03-6465-2000 2000 Sungai Standar
82 TATA CARA PERHITUNGAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI TAMPANG GANDA DENGAN CARA PIAS BERDASARKAN RUMUS MANNING Tata cara perhitungan ini membahas tentang persyaratan,ketentuan-ketentuan dan cara perhitungan ,pendekatan dalam perhitungan yang berlaku pada sungai dengan keadaan aliran tidak seragam ,dll. SNI 03-3444-1994 1994 Sungai Standar
83 Metode Pengukuran Kecepatan Aliran pada Model Fisik dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling Metode pengukuran ini meliputi; persyaratan, ketentuan-ketentuan, dan cara pengukuran untuk model fisik dengan dasar tetap. SNI 03-3408-1994. 1994 Sungai Standar
84 Asbuton campuran panas Salah satu metoda pekerjaan pencampuran yang dianggap dapat meningkatkan kinerja asbuton adalah pencampuran dengan cara panas. Pencampuran cara panas untuk asbuton perlu dilakukan dengan tahapan-tahapan dan ketentuan pengujian yang spesifik. Pd T-07-2004-B 2004 Sungai Pedoman
85 Monitoring dan evaluasi hasil penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam pengisian waduk Pedoman monitoring dan evaluasi hasil penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam pengisian waduk meliputi hal-hal sebagai berikut Pd. T-20-2004-A. 2004 Sungai Standar
86 Analisis harga satuan pekerjaan manual pada jaringan irigasi tersier Analisis harga satuan pekerjaan manual pada jaringan irigasi tersier Pd T-01-2005-A 2005 Irigasi Pedoman
87 PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM Sebagai aturan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum; PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 T 2005 Sungai Pedoman
88 Pengisian kekosongan data hujan dengan metode korelasi distandardisasi nonlinier bertingkat Pedoman pengisian data hujan dengan metode ini mencakup hubungan korelasi dan regresi antar seri data pengisi dan yang diisi. Penerapan pedoman ini memerlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain jumlah stasiun minimal 3 buah. Pd. T-22-2004-A. 2004 Sungai Standar
89 Perhitungan Debit HArian Sungai Membahas persyaratan, ketentuan perhitungan debit harian sungai bersdasarkan perhitungan muka air sungai dan lengkung debit berdasarkan grafis SNI 03-3412-1994. 1994 Sungai Standar
90 Metode Pengukuran Debit Puncak Sungai dengan Cara Tidak Langsung Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dalam pengukuran debit puncak sungai pada lokasi yang tidak terpengaruh peninggian muka air atau aliran lahar, dengan tujuan untuk mendapatkan data debit puncak sungai. SNI 03-3413-1994 1994 Sungai Standar
91 Tata cara pengukuran diameter lubang dan permeabilitas geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan Standar ini mencakup tata cara pengukuran diameter lubang dan permeabilitas geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan untuk memenuhi persyaratan permeabilitas geotekstil sebagai filter. SNI 03-6720.2-2002. 2002 Sungai Manual
92 Tata cara desain geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan Standar ini mencakup tata cara desain geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan meliputi uraian tentang penggunaan geotekstil secara umum. SNI 03-6720.3-2002. 2002 Sungai Manual
93 Undang-Undang Pengairan Berisi pokok peraturan pemanfaatan air untuk kemakmuran rakyat tetapi dalam pemanfaatan diatur oleh negara UU 11 tahun 1974 1974 Irigasi Norma
94 TATA CARA PERENCANAAN TEKNIS BENDUNG PENAHAN SEDIMEN Tata cara ini meliputi persyaratan,ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan perencanaan teknik bendung penahan sediment tipe gravitasi dg peluap berbentuk trapesium. SNI 03-2851-1991 1991 Sungai Standar
95 Pengoperasian waduk tunggal Pedoman ini dimaksudkan untuk memudahkan perencana/pelaksana pengoperasian dalam menyusun pola operasi dan pengoperasian waduk tunggal. Pd. T-25-2004-A. 2004 Sungai Standar
96 Metode penentuan volume gambut olahan metode ini mencakup pengukuran volume gambut yang telah diolah dalam bentuk urai dan bal, dan dinyatakan dalam meter kubik Pt M-02-2000-A 2000 Sungai Standar
97 Pemberian air pada lahan dengan sistem surjan Pedoman ini dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penerapan teknik pengaturan pemberian air dengan menata lahan cara surjan dalam suatu wilayah pengelolaan dan dalam rangka pelaksanaan kegiatan operasi sistem irigasi di lapangan. Pd T-03-2004-A 2004 Irigasi Pedoman
98 Metode Pengukuran Pola Aliran Pada Model Fisik Metode pengukuran ini membahas tentang persyaratan,ketentuan-ketentuan dan cara pengukuran untuk model fisik dengan dasar tetap. SNI 03-3410-1994. 1994 Sungai Standar
99 Metode Pembuatan Model Fisik Sungai dengan Dasar Tetap Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dalam pembuatan model fisik sungai, dengan tujuan untuk menirukan bentuk sungai berdasarkan data skala yang ditentukan, guna menunjang perencanaan. SNI 03-3965-1995.pdf 1995 Sungai Standar
100 Irigasi Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. PERMEN NO. 20 TAHUN 2006 2006 Irigasi Pedoman
101 Spesifikasi Alat Ukur Debit Orifice Standar ini memuat Spesifikasi dimensi pemasangan, persyaratan umum dan ketentuan dari pelat orifice serta penyimpangan pengukuran debit dalam pipa dengan diameter dari 50 mm sampai 1.200 mm dari bilangan Reynolds untuk pipa kurang dari 3.150. SNI 03-6395-2000. 2000 Irigasi Standar
102 FGGFH FGHF Permen No.41-PRT-M-2007 2007 Irigasi Manual
103 Tata Cara Penetapan Banjir Desain dan kapasitas Pelimpah untuk Bendung Tata cara ini berlaku untuk bendungan dengan batasan sesuai dengan tata cara pedoman keamanan bendungan (SNI 1731-1989-F0 , dan bendungan yang tidak berfungsi sebagai pengendali banjir. SNI 03-3432-1994 1994 Sungai Standar
104 Undang-Undang Sumber Daya Air Undang-undang Sumber Daya Air pembaharuan dari Undang-undang sebelumnya Berisi pokok peraturan pemanfaatan air untuk kemakmuran rakyat tetapi dalam pemanfaatan diatur oleh negara UU no 7 th 2004 2004 Irigasi Norma
105 Metode Pembuatan Model Fisik Sungai dengan Dasar Tetap Metode pembuatan ini membahas tentang persyaratan, ketentuan-ketentuan dan cara pembuatan model fisik sungai dengan dasar tetap. SNI 03-3965-1995 1995 Sungai Standar
106 Desain bangunan penahan sedimen Desain bangunan penahan sedimen SNI 2851:2015 2015 Sungai Standar
107 Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung SNI 8066:2015 2015 Sungai Standar
108 Analisis hidrologi, hidraulik, dan kriteria desain bangunan di sungai Analisis hidrologi, hidraulik, dan kriteria desain bangunan di sungai SNI 1724:2015 2015 Sungai Standar